Peranan Media Dalam Pembelajaran

Peranan Media Dalam Pembelajaran

( By : Zurniati, M. Pd Guru SMP N.2 Kec Guguak )

A.PENDAHULUAN

Bahasa Inggris termasuk salah satu mata pelajaran wajib yang harus diajarkan disekolah mulai dari tingkat SMP sampai ke tingkat perguruan tinggi. Sesuai dengan Kurikulum Bebasis Kompetensi (KBK)  serta Permen No 22 Standar Isi, ditingkat SMP diberikan mata pelajaran bahasa Inggris dengan waktu pertemuan 4 jam pelajaran per minggu atau 160 menit.

Fenomena yang ditemui dilapangan pendidikan, Bahasa Inggris termasuk mata pelajaran yang ditakuti dan tidak disenangi oleh banyak siswa. Hal ini terjadi karena beberapa factor penyebabnya, seperti materi pelajaran , metode yang dipakai serta media yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran.

Salah satu penyebab yang sangat dominan dalam proses pembelajaran yaitu rendahnya kesadaran sebagian guru untuk menggunakan media dalam proses pembelajaran .  Guru sering merasa terbebani untuk menggunakan media dalam  proses pembelajaran sehingga siswa merasa tidak tertarik dengan materi yang diberikan karena merasa seperti kegiatan yang rutinis dan tidak bervariasi. Sehingga siswa bisa menerka langkah guru berikutnya dalam proses pembelajaran. Hal ini membuat siswa tidak tertarik dan bosan dengan gaya dan langkah guru yang tidak berobah-robah dari hari ke hari.

B. PENGERTIAN PEMBELAJARAN

Berbagai pendapat telah dikemukan oleh para ahli tentang pengertian pembelajaran seperti: Ali (2003) menyatakan bahwa pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik. Sehingga terjadilah komunikasi dua arah antara guru dengan siswa serta sebaliknya antara siswa dengan guru. Komunikasi bisa lancar dan bermakna jika antara guru dan siswa saling memahami serta saling mengerti.

Pembelajaran bisa berhasil kalau guru telah bisa membelajarkan siswa seperti yang dikatakan oleh Sagala (2003), Pembelajaran ialah membelajarkan siswa menggunakan azas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pendidikan dikatakan berhasil kalau siswa sudah mampu menggunakan dan memanfaatkan azas pendidikan.

Pembelajaran mengandung arti setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari sesuatu kemampuan dan atau  nilai baru (Harjanto,1997). Proses pembelajaran pada awalnya meminta guru untuk mengetahui kemampuan dasar yang dimiliki oleh siswa meliputi kemampuan dasarnya, motivasinya, latar belakang akademisnya, latar belakang ekonominya dan lain sebagainya.

Guru harus mampu menyelenggarakan proses pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mencerdaskan siswa. Pembelajaran yang ada dikelas maupun diluar kelas bukan sekedar penyampaian informasi kepada siswa. Pembelajaran yang diselenggarakan guru haruslah melibatkan mental dan tindakan serta keseluruh  indra  secara total, jadi bukan hanya sekedar komsumsi otak semata. Guru perlu pula melatih siswa  untuk mempelajari gagasan, memecahkan masalah, dan merefleksi apa yang dipelajari dalam kehidupanya.

C. PENGERTIAN MEDIA

Kata media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar atau pengantar pesan dari pengirim penerima pesan. Assosiasi Teknologi dan Komunikasi pendidikan di Amerika mnyatakan bahwa media adalah segala bentuk  dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/imformasi. Sementara Gagne (1970) menyatakan bahwa media  adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar. Kemudian Briggas menambahkan bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar

Dalam metodologi  pendidikan  ada dua aspek yang paling menonjol, yakni metode mengajar dan media pendidikan sebagai alat bantu mengajar. Media pengajaran sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan, meransang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar (Ali, 2004 ). Lebih jauh Sharon Smaldina dan kawan-kawan (2004) menyatakan bahwa media adalah sarana untuk berkomunikasi dan sumber imformasi

Media akan  menjadi alat bantu yang efektif tatkala guru mampu mengemas  beberapa kegiatan yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan dirinya sendiri secara aktif. Media akan membuat siswa aktif berperan dalam proses pembelajran. Media akan bisa memancing siswa untuk berkomunikasi dalam proses pembelajaran bahasa inggris.

Agak berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Nasional  Education Assosiation  (NEA) bahwa media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik yang tercetak maupun audiovisual serta perlengkapannya.

D. JENIS MEDIA

Berbagai penelitian mendukung pentingnya variasi penggunaan media dalam pembelajaran guna meningkatkan kualitas  pembelajaran. Media Audivisual, dari yang canggih seperti televisi, film dan perlengkapan berbentuk  komputer hingga sampai yang sederhana seperti alat peraga, ilustrasi, dan ekskursi, menjadi bagian  yang penting dalam setiap tingkatan pembelajaran.

Menurut Harjanto (1997) ada beberapa jenis media yang bisa digunakan dalam proses pengajaran :

  1. Media Grafis seperti gambar, foto, grafik, bagan, atau diagram, foster, kartun, komik.
  2. Media tiga dimensi: seperti solid model, model penampang, model susun, dan model kerja
  3. Media proyeksi: seperti : slide, filmstrip, film, OHP
  4. Penggunaan lingkungan sebagai media pendidikan.

Menurut Depdiknas (2005) ada 5 media pembelajaran secara arbitrer  yaitu:

1.Visual:Gambar, sketches, ilustrasi, pola, diagram, foto, film, filmsktrip, slide, chart, graph( pictorial, lingkaran, balok, garis), deawings, lukisan, buletin,koran, majalah, poster, periodical, buku(teks, referensi,perpustakaan), ensiklopedia, kamus, komik, kartun, karikatur, peta(wisata, komersial, atau ekonomi, politik) globe,direktori jalan, brosur perjalanan, rute dan timetable kereta apai dan pesawat, iklan, calender, mural, tabel, diorama,friezes, simbol ( seperti x á $ ), demontrasi, miming, desk presenter.

2. Audio (musik, kata , suara dan efek suara) rekaman, tape, radio, laporan,siswa, cerita, puisi dan drama,alat musik, pre-recorded palays, laporan, diskusi

  1. Audio-visual: sound moving pictures, televisi, puppets( stick, glove, string), imrovized, and scripted dramatization, role playing, ekskursi, fenomina alamiah yang ditemui di sekeliling, demontrasi, LCD, dan komputer
  2. Tactile: specimen, objek, ekshibit, artifact, model, sculptured figure, live and stuffed animals, eksperimen: tools, material yang telah dikontruksi dari satu model, mainan, wayang dan pertunjukan wayang,: mengukur dan menimbang,, kebun pekarangan,: templates, dan termometer.

5        Virtual : internet, website, e-mail, audio-video streaming, chatting, messaging, audio-video conferencing, e-newsgroup, cybernews.

Bebagai penelitian mendukung pentingnya penggunaan media dalam pembelajaran  bahasa inggris guna meningkatkan kualitas pembelajaran.

E. FUNGSI MEDIA

Media dapat digunakan  untuk mengatasi rasa kebosanan siswa, jika siswa tertarik dengan apa yang mereka kejakan, mereka akan menikmati proses  belajar mengajar dan memahami materi yang diberikan (Ur, 1988)

Kemudian De Porter dan Hernacki (2000) menyatakan bahwa media  visual/alat peraga dapat menciptakan lingkungan yang optimal, baik secara fisik maupun secara mental. Hal yang terpenting adalah bahwa media mampu mendorong siswa untuk berbicara, menulis, dan dengan menggunakan media  proses belajar mengajar  dan hubungan siswa dengan guru akan terjalin lebih efektif

Menurut Sukartiwi (1996) ada beberapa keuntungan yang dapat diraih  dengan menggunakan media yaitu :

  1. meningkatkan motivasi siswa
  2. mencegah kebosanan siswa  dalam mengikuti suatu proses belajar-mengajar
  3. menjadikan  proses belajar-mengajar berjalan lebih sistematik
  4. memudahkan siswa memahami intruksi guru dalam  proses belajar-mengajar
  5. memperkuat pemahaman siswa pada kontek pelajaran yang diharapkan.

Dalam Sydney Micro Skill, media  pembelajaran berfungsi untuk :

  1. membangkitkan dan menjaga ketertarikan siswa
  2. merangsang otak siswa untuk berfikir dengan landasan yang konkrit
  3. mendapatkan tingkat pemahaman yang tinggi secara efisien dan tingkat permanensi dalam pembelajaran siswa

Namun demikian potensi besar media itu masih kurang dioptimalkan kegunaannya oleh para guru. Beberapa guru masih memiliki””psychological injection” dalam penggunaannya dan kurang trampil dalam implimentasinya disebabkan minimnya pelatihan yang dapat diikuti.

F. PEMILIHAN MEDIA

Sebenarnya dasar pertimbangan untuk memilih media sangatlah sederhana, yaitu apakah media itu dapat memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan yang diinginkan atau tidak. Dalam bahasa yang lebih tegas Mc Conel menyatakan ””if the medium fits, use it”  bila media itu sesuai pakailah.(Sadiman et al, 2002).

Kemudian Harjanto menegaskan ada beberapa pertimbangan dalam memilih media yaitu :

  1. Apakah media itu cocok untuk satu pokok bahasan atau yang lain
  2. Apakah cocok untuk pengajaran mandiri/klasikal
  3. Apakah perlu persiapan sebelum ditampilkan, kalau perlu tentu butuh waktu.
  4. Apakah berwarna atau tidak, karena sesuatu yang berwarna akan menarik perhatian siswa.
  5. Apakah bergerak/tidak serta cara menggunakannya akan berbeda.

Setelah guru bisa menjawab pertanyaan diatas , kemudian guru bisa menentukan dan memilih media yang cocok serta praktis dalam penggunaannya dalam proses pembelajaran. Dengan berbagai pertimbangan, guru akan lebih bisa menentukan dan memilih media yang cocok dan tepat

Dalam pemeilihan media yang cocok dan berdaya guna, ada beberapa faktor yang sangat  perlu dipertimbangkan, seperti yang dikatakan A J Romiszowski (1988), faktor  dalam memilih media yaitu :

  1. Jenis tugas belajar- Jenis tugas yang akan diberikan kepada siswa perlu juga dianalisa oleh seorang guru bahasa inggris, apakah tugas itu untuk individu atau kelompok.
  2. Karakteristik siswa- Dalam pemilihan media karakteristik siswa sangat perlu diperhatikan, karena karakteristik siswa dikota tidak akan sama dengan karakteristik siswa yang tingal dipedesaan.
  3. Ketrampilan guru – Dalam pemilihan media sangat diperlukan keterampilan seorang guru bahasa inggris. Guru yang trampil dia akan selau memvariasikan medianya karena dia akan bisa merancang serta membuat langsung media pembelajaran tanpa menunggu bantuan orang lain, misalnya guru yang trampil menggambar dia akan lansung melukis media, tanpa diupahkan kepada orang lain.

G.Kesimpulan

Dalam pemilihan media, guru harus bisa menganalisa materi pembelajaran secara jeli dan teliti, karena materi pembelajaran dengan media sangat erat hubungannya. Guru menentukan media yang cocok berdasarkan meteri pembelajaran yang tersedia pada kurikulum yang sudah ada

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Muhammad, 2004. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Argensindo Offset

Chisholm, Margaret. 1076. Media Personnel in Education A competency Approach. Singapore: Plentice Hall.Inc

Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Materi Pelatihan Terintegrasi Bahasa Inggris. Jakarta: Depdiknas

Harjanto. 1997. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Kemp,Jerrold. 1985. Planning and Productional Media. New York: Harper& Row, Publisher

Schramm, Wilbur. 1977. Big Media Little Media.Tools and Technologies for Intruction.London: Sage Publication, INC

Sagala, Syaiful, 2003. Konsep dan Makna Pembelajaran  untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar Mengajar. Bandung: Alfabeta

Slamdino, Sharon dkk. 2005. Intructional Technology and Media for Learning. New Jersey: Pearson Educ,Inc

Romiszowski. 1988. The Selection and Use of Intructional Media. New York: Kogan Page Publishing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: