Team Teaching

TEAM TEACHING SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF

(Oleh: ZURNIATI, M.Pd guru SMP N.2 Kec.Guguak)

  1. A. PENDAHULUAN

Dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sstem Pendidikan Nasional dinyatakann hak-hak pendidik dan tenaga kependidikan sebagai berikut :

  1. Penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai
  2. Penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja
  3. Perlindungan hukum dalam menjalankan tugas dan hak atas hasil kekayaan intelektual dan
  4. Kesempatan untuk menggunakan sarana, prasana, dan fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas.

Berdasarkan Undang-Undang ini, kalau kita lihat dan rasakan, hak yang layak bagi guru belumlah memadai sesuai dengn kebutuhan dan tuntutan globalisasi  serta  pengaruh informasi dan teknologi. Upah yang diterima dalam satu bulan hanya cukup untuk kebutuhan satu minggu. Guru selalu berfikir untuk mencari usaha lain (umega) untuk menambah penghasilan demi untuk kelurga. Guru belum lagi memikirkan bagaimana proses pembelajaran yang baik dan metode yang cocok akan dipakai, sehingga guru melaksanakan tugas hanya sekedarnya saja. Hal ini tentu akan berpengaruh kepada peserta didik serta hasil dari proses pendidikan ini.

Dalam menanggulagi hal ini, pemerintah selalu memikirkan dan berusaha untuk memenuhi hak-hak guru tersebut. Untuk semuanya itu keluarlah Undang-Undang RI No 14 tahun 2005 yaitu undang-undang guru dan dosen. Pada undang-undang guru dan dosen tersebut di aturlah hak dan kewajiban guru dan dosen sebagai tenaga pendidk. Pasal 16 ayat 1 dinyatakan bahwa Pemeintah memberikan tunjangan profesi kepada guru yang telah memiliki sertifikat pendidik. Pemerintah melaksanakan sertifikasi  pendidik  berdasarkan kualifikasi akademik dan kompetensi. Sertifikasi guru sebagai upaya peningkatan mutu guru yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru, sehingga diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di Indonesian secara berkelanjutan. Bentuk peningkatan kesejahteraan guru berupa tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok bagi guru yang memiliki sertifikat pendidik. Tunjangan tersebut berlaku bagi guru yang berstatus pegawai negeri maupun bagi guru yang berstatus non-pegawai negeri. Bagi guru yang memilki kompetensi diberi peluang untuk mendapatkan tunjangan profesi tersebut melalui prosedur yang sudah diatur oleh pemerintah mulai dari tingkat kabupaten sampai ketingkat pusat

Mulai tahun 2006, pemerintah telah mulai merekrut guru-guru yang memiliki kompetensi melalui Dinas kabupaten untuk memberikan tunjangan profesi guru. Guru mulai merasa bahagia dan termotivasi untuk melanjutkan pendidikan kesarjana atau S-1, karena salah satu syarat untuk bisa memperoleh tunjangan profesi itu harus memiliki ijazah Sarjana. Setiap tahun pemerintah memberikan jatah sesuai dengan kuato kabupaten untuk guru menjadi guru yang profesional dengan memberikan penilaian portofolio. Bagi guru yang tidak cukup nilai portofolio, maka diberikan pelatihan kepada guru tersebut yang dilaksanakan oleh Perguruan tinggi bekerja sama dengan Dinas Provinsi. Kegiatan ini sudah berjalan sampai saat ini.

Sesuai dengan panduan pelaksanaan sertifikasi, tujuan sertifikasi tenaga pendidik ini yaitu: untuk (1) menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional,(2) meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan, dan (3) peningkatan profesionalisme guru. Dengan adanya sertifikasi ini diharapkan guru akan sejahtera hdupnya dan pelaksanaan tugas akan berjalan lancar, dan akhirnya hasil proses pembelajaran akan baik dan tingkat pendidikan Indonesia akan mencapai yang diiginkan.

Untuk mendapatkan tunjangan profesi tersebut ada beberapa syarat yang harus dimiliki oleh guru tersebut, salah satu adalah guru , harus mengajar bidang study yang diampu 24 jam perminggu. Mengajar dengan jumlah jam 24 perminggu bagi guru profesional inilah yang menjadi masalah saat ini. Menurut Pedoman Perhitungan Beban mengajar guru yang dikeluarkan oleh Direktorat Jendral PMPTK Departemen Pendidikan Nasional tahun 2008 penyebab kekurangan jam mengajar ini antara lain sebaga berikut :

  1. Jumlah peserta didik dan rombongan belajar terlalu sedikit
  2. Jam pelajaran dalan kurikulum terlalu sedikit
  3. Jumlah guru di satu sekolah untuk mata pelajaran tertentu terlalu banyak dan
  4. Sekolah pada daerah terpencil atau sekolah khusus yang kondisinya terjadi karena polusinya sedikit.

Fenomena dilapangan dirasakan dan ditemukan bahwa guru mendapat kesulitan dalam pemenuhan jam mengajar  sebanyak 24 jam dalam satu minggu, sebagai syarat untuk mendapatkan tunjangan profesional itu. Hal in terjadi karena tenaga guru pada setiap sekolah telah banyak jumlahnya. Sementara setiap 1 (satu) kali enam bulan guru harus menyerahkan bahan ke Dinas propinsi dengan keterangan jam mengajar sebanyak 24 jam itu. Sesuai dengan surat keterangan Dirjen Nomor   tanggal 5 Agustus 2009, salah satu alternatif untuk pemenuhan jam mengajar itu adalah dengan Team Teaching. Dengan sistem pengajaran Team Teaching, pemenuhan jam mengajar guru 24 jam perminggu dapat dipenuhi

  1. B. Konsep Dasar Team Teaching

Dalam proses pembelajaran, banyak metode yang bisa dipakai untuk membuat para siswa tertarik. Guru diperlukan untuk kreatif dan inovatif dalam mencari metode yang membuat siswa aktif, kreatif dan menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang terdapat dalam kurikulum. Salah satu alternatif metode yaitu metode Team teachng.

Team Teachng merupakan salah satu bentuk strategi pembelajaran yang melibatkan dua orang guru atau lebih dalam dalam proses pembelajaran siswa, dengan pembagian peran dan tanggung jawab secara jelas dan seimbang. Melalui strategi Team Teaching, diharapkan hasil pembelajran lebih baik. Fenomena dilapangan masih kita temukan  kegagalan dalam proses pembelajaran dengan bukti masih banyak siswa yang gagal dalam mencapai tujuan pendidikan. Kegagalan ini disebabkan oleh berbagai faktor, bisa dari guru, siswa dan lainnya.  Menurut Buckily  ada empat penyebab  kegagalan proses pembelajaran yaitu:  (1) guru hanya menfokuskan materi, (2) guru memilih metode yang kurang tepat, (3) siswa tidak memahami pembicaraan guru, dan (4) siswa tidak tertarik. Salah satu alternatif bisa dilaksakan proses pembelajaran dengan Team Teaching.

Dalam Team teaching, sekelompok guru bekerja bersama-sama, merencanakan, melakukan proses pembelajaran, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran kepada sekelompok siswa (satu kelas), sesuai dengan pendapat yang dikemukan oleh Ashuri. Kelompok guru ini harus bergabung pada mata pelajaran yang sama atau yang serumpun. Sebuah Team Teaching seyogianya terdiri dari guru yang sudah berpengalaman dengan guru baru, sehingga akan muncul  inovasi-inovasi dalam pengajaran.

Menurut sekelompok expert dari State University Amerika, ada beberapa  model team teaching seperti :

  1. Team Teaching tradisional adalah  sebuah model pembelajaran dimana dua  orang guru mengajar dalam satu kelas dan mereka berbagi tanggung jawab yang sama dalam mengajar kepada siswa-siswanya dan secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran selama jam pelajaran berlangsung. Salah satu gurunya melaksanakan pembelajaran dan yang satu lagi menulis atau membuat catatan di papan tulis.
  2. Supported Intruction adalah sebuah bentuk team teaching dimana salah satu guru menyampaikan materi ajar dan satu guru lainnya melakukan kegiatan tindak lanjut dari materi yang telah disampikan rekan satu timnya tadi.
  3. Paralel Intruction adalah sebuah bentuk team teaching yang pelaksanaannya siswa dibagi menjadi dua kelompok dan masing-masing guru dalam kelas tersebut bertanggung jawab untuk mengajar masing-masing kelompok.
  4. Differenciated Split Class adalah team teaching yang pelaksanaannya dengan cara membagi siswa ke dalam dua kelompok berdasarkan tingkat  ketercapaiannya. Salah satu guru melaksanakan pengajaran remedial kepada siswa yang tingkat ketercapaiannya dibawah KKM sedangkan guru yang lainnya  melakukan pengayaan kepada mereka yang sudah dan/atau  yang telah melampaui tingkat ketercapaian kompetensinya ( mencapai atau melebihi KKM)
  5. The monitoring teacher adalah bentuk team teaching lain dimana pelaksanaan pembelajaran dilasanakan oleh satu guru dan guru lain berkeliling kelas memonitor prilaku dan kemajuan siswa

Dari uraian diatas guru dapat menggunakan salah satu bentuk team teaching ini, atau menggabungkan bentuk satu dengan lainnya. Guru beserta Timnya harus berembuk untuk menentukan model yang akan dipakai dan merancang bersama bentuk dari proses pembelajaran yang akan dilaksanakan.

  1. C. Langkah-Langkah dengan Strategi Team Teaching

Team Teaching dilaksanakan tidak semudah pengajaran sendiri. Team teaching memerlukan persiapan yang matang.Team teaching memerlukan tim yang padu, seirama, sejalan, senada, seide, dan semodel. Ibarat tim olahraga, guru yang akan berkolaborasi harus mampu memainkan pembelajaran dengan sangat padu dan kompak ke arah tujuan yang akan dicapai. Suara guru satu dengan guru lainnya harus diatur sehingga enak didengar siswa. Posisi berdiri tim juga harus dijaga dan diatur. Upayakan kelas benar-benar hidup dengan pemaknaan tunggal. Jangan sampai guru satu lebih berkuasa dibandingkan guru lainnya.

Cara mudah untuk melakukan team teaching adalah seagai berikut :

(1). Merencanakan bersama. Duduklah berdua untuk membincangkan pembelajaran yang akan dilaksanakan lalu aturlah sampai ke hal teknis di kelas. Perencanaan yang dibuat bersama harus menjadi pedoman utama. Tim pengajar atau guru yang menyajikan bahan pelajaran dengan metode mengajar beregu ini menyajikan bahan pengajaran yang sama dalam waktu dan tujuan yang sama pula.

(2). Laksanakan bersama. Ketika di kelas, tim harus semuanya berada di kelas dengan posisi yang telah diatur dalam rencana. Jangan sampai guru lainnya tidak masuk dengan alasan percaya dengan guru lainnya. Janagan lupa, ukurlah tingkat pemahaman siswa saat pelaksanaan. Kendali keberhasilan harus menjadi kunci kerja tim.

(3). Evaluasi bersama. Setelah pembelajaran usai,t eam perlu melakukan evaluasi bersama, Tim memerlukan catatan khusus selama proses pembelajaran berlangsung, kemudian melakukan diskusi mencari solusi terhadap masalah yang ditemukan. Kemudian tim bisa menentukan metode serta langkah berikutnya yang lebh baik.

Team teaching bisa telaksana dengan baik kalau guru atau Tim guru:

1. Memiliki kemauan, komitmen dlm Team teaching, bukan terpaksa

2. Menyadari adanya keterbatasan (pengetahuan, waktu, komunikasi) pd dirinya

3. Mau memberi kepercayaan kepada orang lain dan memegang kepercayaan orang lain (saling percaya)

4. Mau bekerja sama dalam satu tim

5. Memiliki pribadi yg sehat, terbuka, tidak emosional, tdak mudah putus asa

6. Mampu berkomunikasi efektif

7. Mampu mengembangkan bidang keahlian atau bidang yang diampu

  1. D. Kebaikan dan keburukan Team Teaching

Setiap metode memiliki kebaikan dan kelemhan. Tidak ada metode yang perfect dalam proses pembelajaran. Begitu juga dengan metode team teaching. Tidak selamanya team teaching itu berhasil dan sukses dalam pelaksanaannnya. Ada beberapa kebaikan dari team teaching seperti :

  1. Terbentuknya kerja sama sesama teman sejawab (kolaborasi) atau se mata pelajaran, maka akan berjalanlah KKG untuk setiap mata pelajaran disekolah tersebut sehingga Penelitian Tindakan Kelas bisa dilaksanakan.
  2. Terlaksananya bermacam-macam metode pengajaran yang diketahui dalam proses pembelajaran karena sudah drancang sedemikian rupa secara bersama timnya.
  3. Berjalannya monitoring proses pengajaran secara berkelanjutan dan mencari solusi terbaik untuk selanjutnya karena guru merasa dikontol dalam proses pengajaran oleh timnya.
  4. Terlaksananya program Remedial dan pengayaan materi.
  5. Terbentuknya pribadi yg sehat, terbuka, tidak emosional, dan tidak mudah putus asa
  6. Menyadari adanya keterbatasan diri terhadap pengetahun, waktu, komunikasi

Ada beberapa kelemahan dari team teaching itu seperti :

  1. Sebagian guru resisten terhadap satu macam metode pengajaran saja yaitu pengajaran single teacher teaching sehingga team teaching dirasakan suatu hal yang mengungkungnya.
  2. Sebagian guru tidak suka dengan anggota teamnya sehingga hal ini akan menghambat kerja sama diantara anggota team. Sebagian lainnya merasa bahwa mereka  bekerja lebih banyak dan lebih keras, namun gajinya sama dengan anggota teamnya yang nota bene bekerja lebih sedikit atau mengikut saja.
  3. Adanya guru yang tidak mau berbagi ilmu dengan orang lain, karena dia beranggapan bahwa dia payah dan susah mendapatkan ilmu itu apalagi menghitung biaya untuk mendapatkan ilmu itu, sehingga mereka ingin menikmatinya sendiri.
  4. Team teaching memerlukan energi dan pemikiran yang lebih banya dibanding dengan mengajar secara individu sedangkan hasilnya belum tentu lebih baik sementara gaji yang diterima tetap sama dengan mengajar seperi biasa.
  5. Kelemahan lain bisa juga datang dari pihak sekolah atau pimpinan sekolah yang  tidak peduli dengan kegiatan guru, sehingga guru merasa tidak perlu team teaching itu

E.Kesimpulan dan Saran

  1. Kesimpulan.

Semakin berkembangnya dunia pendidikan yang dibarengi oleh perkembangan teknologi saat ini, maka semakin dituntutnya guru sebagai agen pembelajaran untuk banyak berbuat dan memiliki inovasi yang berguna baik bagi guru sendiri maupun bagi peserta didik. Inovasi itu bisa dari materi ajar, metode yang dipakai saran  yang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Team teaching adalah salah satu model metode yang bisa dikembangkan dis ekolah-sekolah untuk meningkatkan motivasi guru dan siswa. Sementara metode team taeaching ini juga akan ikut membantu guru dalam perhitungan jumlah jam mengajar 24 jam perminggu

  1. Saran

Bagi guru yang belum melaksanakan team teaching, tidak ada salahnya untuk mencoba melaksanakan dengan membentuk tim pada sekolahnya. Sebelum melaksanakan team teaching tim terlebih dulu duduk besama untuk mendisain pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Tim juga perlu menyampaikan kepada pimpinan bahwa pembelajaran akan dilaksanakan secara tim teaching kalu pada sekolah tersebut belum dituliskan pada surat keputusan kepala sekolah (SK pembagian tugas). Kemudian tim juga bissa menjadikan tim teaching ini sebagai wahana untuk melaksanakan Penelitian tindakan Kelas atau Action Reserach.

Daftar Pustaka

Depdiknas. 2005.  Undang-Undang Guru dan Dosen.Jakarta: Sinar Grafika

Suparlan.2006. Guru Sebagai Profesi. Jakarta : Hikayat.

Depdiknas.2006. Panduan Pelaksanaan Sertifikasi Guru.Jakarta. Depdiknas

Kroirani, Nugroho. 2008. Kendala Pelaksanaan Team Teaching di Sekolah.

http;//nugieshare.dagdigdug.com/index.php/arrchieve/28. ( diakses tanggal 7  September  2009)

Artiningsih,Yeni. 2008.Team Teaching

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/07/28/team-te aching (diakes tanggal 7  September  2009)

Buckley,Francis J.1999. Team Teachng, What, Why  and How. :Library of Congress Catology in-Publication Data

Ashuri,Muhammad. 2009. Team Teaching.

http//kiranamediaedukasi.blogspot.com/2009. ( diakses tanggal 10  September 2009)

Satu Tanggapan

  1. Nice blog with useful article. Thanks a lot. Please visit Subliansyah learns to blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: